Kamis, 16 April 2020

KUMPULAN PUISI HIMATIKA FIP UMJ

KUMPULAN PUISI
Karya : Rangga Putra (Ketua Umum Himatika FIP UMJ Periode 2019/2020A)


Tuhan yang SATU

Embun pagi sejuk menemani hari
Di padu dengan secangkir kopi
Menemani renungan atas dosa yg t'lah ku lalui
Kapankah bisa ku bilas lumut lumut ini ?

Aku bersimpuh pada mu
Wahai Tuhan yang SATU
Tiada lagi kata yg pantas untuk aku pinta
Karena kau t'lah memberi segala yg ada

Merampas segala cara
Merebut angan angan yg telah ku kenang
Terdampar pada surau yg telah usang
Karna semua telah menjadi lara...

Wahai Tuhan yang SATU
Jika ampunan mu seluas samudera...
Izinkan lah bahtera ku menyusuri nya...
Hingga akhirnya ku tau bahwa tidak ada jalan, selain kembali kepada-Mu

Angin telah menusuk ke rongga dada
Detik-detik aku akan berpisah kepada dunia
Kawan kawanpun berjumpa, keluarga berduka

Dan aku t'lah kembali kepada Tuhan yg maha kuasa...

______________________________________________________________

Tidurlah wahai rindu
Tatapan tajammu sangat mengiyakan waktu
Sering bertemu tak bisa jadi penentu
Tak berjumpa juga tak bisa dikatakan hampa
Lihatlah puncak asmara
Sesekali datang menulis aksara
Yang kau bengis kan dengan rasa
Aku hancurkan dengan kata-kata

Jika mencintaimu ibarat berlayar
Ombak putus asa sudah menghancurkan kapalku
angin risau sudah menembus dadaku
Badai rindu yg berkecamuk dalam ingatan sudah membius jiwaku
Namun kau hanyalah pantai
Tempat yang aman untuk persinggahan
Tetapi tidak bisa untuk menjadi alasan aku tinggal
Banyak yang mengagumi pantai
Sedangkan aku hanyalah perompak yang sudah lelah
Yang ingin menetap di pantai yang ramah

_____________________________________________________________

Dunia memang sempit
Entah kenapa cinta begitu rumit
Dengan kamu bersikap apatis
Dan aku yg selalu adaptif

Memang setiap wanita punya entitas
Dan lelaki harus punya kualitas
Perjuangan memang tiada batas
Tapi kesadaran harus memiliki waktu yg pas

Semua butuh waktu
Begitu juga dengan rindu
Yg selalu tak kunjung datang walau hati sudah menggebu untuk bertemu

Aku selalu berbisik kepada Allah
Meminta agar tidak mudah menyerah
Tapi hati berharap pasrah
Karena pendekatan dianggap hal yg lumrah

Diakhir sajak ini
Dengan adanya aku disini
Karena aku ingin menemani
Dan aku hanya mencintai

_______________________________________________________________

Sore sedang cantik
Ia begitu anggun dengan senjanya
Kamu sedang cantik
Dengan senyuman lepas dari wajahnya

Mawar merah memang merona
Tapi tangkainya berduri
Melihat dirimu aku terpesona
Tapi apalah daya aku harus tau diri ;')

Malam ini bintang bersinar
Lalu bulan mengeluarkan cahayanya
Kamu selalu jadi bintangnya
Dan aku akan selalu menjadi bulannya

Mereka yg tak punya akal
Jangan kau samakan dengan keledai
Aku yg tak dapat bekal
Tak bisa mendekati kamu dengan santai

Puisi ku tidak kah kau baca
Sedikit saja agar kau tersesat didalamnya
Aku ingin diri ini berkaca
Karena ku tersesat didalam hatinya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bintang

Aku menyendiri menatap langit malam dengan kehampaan  cahaya redup yang kulihat di langit nampak menyenangkan dan membuatku terperangkap di ...